Rabu, 30 April 2014

Nokia Resmi Tak Produksi Ponsel Lagi

Hari Jumat, 25 April 2014, Microsoft resmi merampungkan pembelian atas unit bisnis ponsel dan layanan Nokia dalam perjanjian akuisisi bernilai 7,2 miliar dollar AS. Pertama kali diumumkan pada September 2013 proses akuisisi sempat terhambat masalah regulasi sehingga tidak dapat diselesaikan lebih awal sebelum akhirnya disetujui oleh agensi pemerintahan di seluruh dunia. "Hari ini kami menyambut bisnis perangkat keras dan layanan Nokia ke Keluarga kami. Kemampuan mobile dan aset yang mereka bawa akan melanjutkan transformasi kami," ujar CEO Microsoft Satya Nadella yang dikutip oleh BBC.



Dua unit bisnis Nokia tersebut dinamai ulang menjadi Microsoft Mobile Oy dan dioperasikan sebagai anak perusahaan terpisah. "Oy" merupakan kata dalam bahasa Finlandia (Osakeyhtiƶ) yang merujuk pada sebuah perusahaan yang sahamnya tidak dimiliki publik, seperti "Ltd" alias "Limited" dalam Bahasa Inggris.

Rampungnya proses akuisisi itu menandai berakhirnya kiprah Nokia sebagai produsen telepon genggam setelah sebelumnya sempat mendominasi pasar selama lebih dari satu dekade. 

Masih belum diketahui apakah Microsoft akan tetap mempertahankan brand Nokia dan Lumia pada ponsel yang diproduksi setelah proses akuisisi. Pihak Microsoft mengatakan bahwa  keputusan soal itu akan dibuat di kemudian hari.

Nokia sendiri akan melanjutkan hidup sebagai perusahaan yang berkonsentrasi di tiga area bisnis: insfrastruktur networking (NSN), layanan peta (HERE maps) serta Advanced Technologies (pengembangan dan lisensi teknologi).

Jadi pabrikan besar

The Verge mencatat bahwa Microsoft turut memboyong karyawan Nokia sebanyak 25.000 orang, lebih sedikit dari angka 32.000 yang dicanangkan sebelumnya. Produsen Windows itu sekaligus menjelma jadi raksasa pabrikan ponsel (melalui unit bisnis Nokia yang dibeli) dengan angka pengkapalan tahunan mencapai lebih dari 250 jutahandset, terbanyak kedua setelah Samsung. 

Dari jumlah tersebut, hanya 30 juta ponsel yang berbasis Windows Phone (Lumia) bikinan Microsoft. Sisanya merupakan feature phone seri Asha dan Android Nokia X. Microsoft kini harus memikirkan manajemen semua perangkat yang tidak menjalankan Windows Phone itu.

Di sisi lain, pembelian Microsoft atas Nokia membuat perusahaan tersebut berubah menjadi pabrikan hardware paling dominan di ranah bisnis handset Windows Phone, platform yang dibuatnya sendiri. 


Lini seri smartphone Lumia milik Nokia sejauh ini menguasai 90 persen pangsa pasar handset Windows Phone. Microsoft pun ditempatkan dalam posisi yang canggung, di mana perusahaan tersebut tengah berusaha memperluas adopsi Windows Phone di kalangan produsen ponsel lain, namun kini juga sekaligus bersaing langsung dengan mereka.

Baca juga artikel terkait tentang harga tablet Advan

Ponsel Paling Laris Sepanjang Masa

Ponsel apa yang paling laris di dunia? Sebagian besar pasti akan menjawab iPhone atau Galaxy, dua smartphone yang paling populer saat ini. Namun, tahukah Anda bahwa sebenarnya Nokia-lah yang masih memegang rekor tersebut.

Situs ZDNet telah merangkum data dari berbagai sumber untuk menentukan 20 ponsel terlaris dalam kurun waktu dari tahun 2000 hingga kini atau pada era milenium. Dalam riset tersebut, terungkap bahwa ternyata Nokia unggul dalam hal adu laris. Adalah ponsel Nokia 1100 yang mengantarkan Nokia menjadi merek nomor satu dalam hal penjualan gadget-nya.



Tercatat, ponsel yang diluncurkan Nokia pada tahun 2003 tersebut telah terjual lebih dari 300 juta unit. Walau masih kalah dari jumlah penjualan kumulatif semua seri iPhone, Nokia 1100 masih lebih unggul dibanding tiap-tiap model iPhone yang telah dikeluarkan oleh Apple.

Mengapa sebuah Nokia 1100, yang hanya memiliki layar monokrom dan fungsi dasar telepon dan SMS, bisa laku keras di pasaran?

Kesuksesan Nokia 1100 tersebut utamanya didukung oleh harga jualnya yang murah. Ponsel tersebut pada masanya dijual dengan harga rata-rata 10 dollar AS. Untuk diketahui, layar Nokia 1100 hanya memiliki resolusi 96 x 65 piksel dan menampilkan empat baris pesan teks saja. Ponsel ini tidak memiliki browser, kamera, dan tidak ada koneksi mobile data di dalamnya. Game yang dimiliki pun hanya dua, satu di antaranya adalah Snake.

Namun, ada satu fitur yang menjadi ciri khas dari Nokia 1100, yaitu lampu senter yang ada di bagian atas ponsel. Untuk menyalakan senter tersebut, pengguna cukup menekan tombol "C" beberapa saat. Tampaknya, prestasi penjualan Nokia 1100 masih akan bertahan cukup lama. Apple bisa saja menjual 47 juta iPhone dalam satu kuartal. (baca juga artikel tentang Daftar harga Tablet Advan )

Samsung juga bisa menjual sekitar 20 juta smartphone Galaxy-nya. Namun, sepuluh tahun yang lalu, angka tersebut tidak akan setinggi itu jika kedua vendor hanya menjual satu model ponsel saja. Model pemasaran seperti yang dilakukan Apple dan Samsung itulah, di mana keduanya membuat model berbeda untuk satu brand yang sama, yang membuat rekor Nokia 1100 sulit dipecahkan.

Sementara Nokia, khususnya divisi handset dan layanan, sejak 25 April lalu telah menjadi bagian dari Microsoft dan tidak akan memproduksi smartphone dengan brand mereka sendiri.

Sumber : kompas